Pengertian Mudharabah Musyarakah Dan Murabahah

Pengertian Mudharabah Musyarakah Dan Murabahah – Islam merupakan suatu agama yang menganjurkan pemeluknya untuk senantiasa berusaha, termasuk berbisnis. Meski hasil yang akan di dapat belum pasti, namun dalam berbisnis seseorang harus merencanakan sesuatu sebaik mungkin agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Adanya konsep bagi hasil dalam ekonomi Islam sangatlah membantu aspek keadilan dalam menghadapi ketidakpastian dalam berbisnis.

konsep mudharabah musyarakahMudharabah musyarakah dan murabahah merupakan jenis-jenis produk yang ditawarkan oleh perbankan, khususnya perbankan syariah yang dikelompokkan ke dalam akad tijari, yaitu jenis akad dalam perbankan syariah yang berpusat pada keuntungan komersial.

a. Mudharabah adalah akad kerjasama dua belah pihak atau sering disebut dengan kontrak perkongsian. Dikatakan akad mudharabah apabila pihak pertama menyediakan modal seluruhnya untuk dikelolakan oleh pihak lainnya. dalam menjalankan akad mudharabah keuntungan akan dibagikan sesuai dengan syarat-syarat yang telah disepakati bersama.

Namun apabila dalam menjalankan bisnis tersebut mengalami kerugian, maka kerugian tersebut akan ditanggung oleh pemilik modal sendiri sedangkan pihak pengelola tidak akan memperoleh apa-apa dari pengabdian yang telah dilakukannya.

Secara umum ada dua jenis mudharabah, yaitu mudharabah muthlaqah (bentuk kerja sama antara penyedia modal dan pengelola yang cakupannya sangatlah luas dan tidak dibatasi oleh semua jenis usaha, dan tidak dibatasi waktu serta daerah berbisnis) dan mudharabah muqayyadah (yaitu bentuk kerja sama yang dibatasi hanya usaha-usaha tertentu, memiliki tenggang waktu dan tempat usahanya juga dibatasi).

b. Musyarakah ialah bentuk kerjasama bagi hasil antara dua belah pihak, dimana keduanya saling menyumbangkan modal baik itu sama besar ataupun tidak. Kerugian yang dialami akan ditanggung bersama menurut besar kecilnya modal. Sedangkan keuntungan yang diperoleh dari kerja sama tersebut akan dibagikan menurut kesepatan antara para mitra.
c. Murabahah adalah suatu jenis akad jual beli barang tertentu. Dalam transaksi penjualan tersebut para penjual akan memberitahukan dengan jelas barang yang akan dibeli termasuk harga pembelian dan untuk yang akan didapatkan. Dalam perbankan syariah murabahah termasuk pembiayaan yang dilakukan oleh bank untuk pembelian suatu barang dari pemasok yang kemudian dijual kembali kepada nasabah yang membutuhkan dengan menambahkan biaya keuntungan di dalamnya. Dan nasabahpun dapat membelinya dari bank dengan cara menyicil.

Di antara ketiga produk mudharabah musyarakah dan murabahah, produk murabahah merupakan jenis pembiayaan yang paling banyak diminati oleh nasabah, hal itu dikarenakan produk ini mudah dipahami oleh pihak bank dan masyarakat, dan memiliki resiko lebih kecil dibandingkan dua produk lainnya.

Meski demikian produk mudharabah musyarakah, juga tidak kalah penting karena mampu menciptakan keseimbangan sektor moneter syariah dan dapat melibatkan dua belah pihak yang tengah mengelola sebuah usaha serta mampu memberikan nilai tambah pada gerakan ekonomi secara langsung.

Mengenal Fiqih Muamalah Kontemporer

Mengenal Fiqih Muamalah Kontemporer – Fiqih muamalah kontemporer. Kata muamalah diadopsi dari bahasa Arab, dimana secara etimologi artinya sama seperti al-mufa’alah artinya saling berbuat. Dimana kata tersebut menggambarkan tentang suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dengan orang lain atau beberapa orang untuk memenuhi keperluan masing-masing.

fiqih lengkap muamalah kontemporerSementara fiqih muamalat berdasarkan terminologi sendiri didefinisikan sebagai aturan atau hukum yang berhubungan dengan tindakan dari hukum manusia mengenai perkara keduniaan.

Fiqih muamalah merupakan pengetahuan tentang transaksi atau kegiayan yang sesuai hukum-hukum syariat, tentang perilaku manisua di kehidupannya sehari-hari yang didapatkan dari dalil-dalil ajaran Islam dengan rinci.

Pengertian Tentang Fiqih Muamalah Kontemporer
Menurut kamus bahasa Indonesia, kontemporer memiliki arti yakni semasa, sewaktu, pada waktu maupun waktu yang sama, dewasa ini atau di masa kini. Dengan begitu, bisa disimpulkan di sini bahwa fiqih muamalah kontemporer sendiri berkaitan dengan perkembangan pola pikir fiqh muamalah sekarang ini.

Adapun yang dijadikan sebagai titik acuan yaitu bagaimana tanggapan serta metodologi dari hukum Islam untuk memberikan jawaban mengenai permasalahan kontemporer.

Hal yang melatarbelakangi adanya isu fiqih kontemporer sendiri adalah akibat adanya modernisasi yang mencakup sebagian besar dari negara-negara Islam. Lewat arus modernisasi inilah, menyebabkan munculnya beberapa perubahan pada tatanan sosial dari umat islam, entah itu berkaitan dengan politik, ideology, budaya, sosial dan lain sebagainya.

Bisa dikatakan, fiqih muamalah kontemporer merupakan segala aturan Allah SWT yang harus ditaati yang telah mengatur hubungan antara manusia bersama manusia lainnya yang berhubungan dengan harta benda berbentuk segala jenis transaksi yang bersifat modern.

Ruang Lingkup Dari Muamalah Kontemporer
Perkara transaksi bisnis yang kontemporer belum dikenal oleh zaman klasik. Dimana lingkup tersebut membahas setiap kegiatan atau transaksu baru yang bermunculan saat ini. Sama halnya dengan saham, uang kertas, MLM, reksadana, obligasi, dan asuransi. Adapun contoh dari lingkup tersebut yaitu asuransi.

Di zaman klasik, kegiatan akad asuransi sendiri belum ada, meskipun akad tersebut dikiaskan seperti kisah ikhtiar seperti mengikat unta terlebih dulu sebelum meninggalkannya. Selain itu, akad tersebut bisa diperbolehkan menurut syariat Islam asalkan tidak sesuai dengan apa yang dilarang atau diharamkan.
Transaksi bisnis berubah disebabkan adanya perubahan kondisia atau perkembangan kondisi, kebiasaan dan situasi. Perkembangan teknologi masa kini yang semakin canggih dan cepat menghadirkan beragam fasilitas dengan segala kemudahannya, sama halnya dengan bisnis. Misalnya saja penerimaan barang lewat akad jual beli, transaksi SMS, transaksi e-business dan sebagainya.
Transaksi bisnis kontemporer dengan memakai nama baru walaupun substansinya sendiri seperti yang terdapat di zaman klasik, seperti bunga bank, dimana sebenarnya sama seperti riba. Meskipun riba sudah berganti nama menjadi lebih indah lewat sebutan bunga, tapi hakikatnya substansi tersebut tetap sama, yakni ada salah satu pihak yang terdzalimi maupun mendzalimi.

Demikian beberapa ulasan tentang pengenalan fiqih muamalah kontemporer. Semoga bermanfaat!

Pengertian Riba di Dalam Islam

Pengertian Riba di Dalam IslamRiba merupakan suatu istilah yang memang tidak asing lagi di telinga kita, terutama bagi mereka yang memang pemeluk agama Islam. Istilah riba sering kali kita dengar pada suku bunga yang ditawarkan dalam kegiatan simpan pinjam uang pada bank, khususnya bank konvensional.

Pengertian riba sendiri adalah suatu penambahan pada harta dalam akad tukar menukar tanpa adanya suatu imbalan atau pengambilan tambahan dari modal awal. Apapun alasannya, hukum riba dalam Islam dilarang/haram. Namun meski demikian banyak orang yang lalai dan acuh tak acuh terhadap hukum riba tersebut dan tentunya sangatlah sulit untuk menghindari riba, terlebih di jaman modern sekarang ini .

pengertian riba dan bunga bankSetiap pinjaman yang mensyaratkan adanya tambahan di dalamnya adalah suatu pengertian riba. Pendapat lainnya mengenai pengertian riba yaitu menurut Muhammad Abdul, yaitu rida adalah suatu penambahan yang disyaratkan oleh si pemilik harta kepada orang yang meminjam hartanya, apabila  pembayaran yang dilakukan tidak sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Kegiatan riba ini tidak hanya dilarang di dalam Islam saja, namun semua agama melarang perbuatan kotor tersebut. dalam Islam, riba sangat dibenci oleh Allah, dan orang yang memakan riba akan mendapatkan siksaan yang teramat pedih, dan hal itu telah disampaikan Allah dalam surat An-Nisa ayat 161.

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

Secara garis besar ada dua jenis riba, yaitu:

  1. Riba Ad-Duyun atau riba dalam utang piutang

Riba jenis ini terbagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu riba jahiliyah dan riba Qrdh.  Riba jahiliyah yaitu riba yang ditemui apabila hutang yang dibayar melebihi pokoknya. Yaitu dimana semakin lama si peminjam mengulur waktu pembayaran maka semakin bertambahnya suku bunga yang ditetapkan dan semakin besar pula hutangnya.

Istilah riba ini dikenal dengan sebutan melipat gandakan uang. Sedangkan riba qrdh adalah suatu jenis riba apabila si pemilik dana memberikan suatu syarat bagi orang yang berhutang sebagai manfaat untuknya ketika ada orang yang meminjam padanya.

  1. Riba dalam jual beli atau riba al-buyu’

Riba yang terjadi dalam kegiatan jual beli terbagi 2, yaitu riba nasi’ah dan riba fadhl. Riba Nasi’ah yaitu suatu jenis riba yang terjadi apabila adanya penangguhan terhadap pemberian atau penyerahan suatu barang ribawi yang dipertukarkan dengan barang ribawi lainnya. sebagai contoh apabila seseorang membeli emas pada bulan ini dan mengambil emasnya dua bulan yang akan datang.

Hal ini termasuk riba, karena harga emas terus berubah-ubah setiap waktunya. Sedangkan riba nadhl terjadi apabila adanya kegiatan tukar menukar barang sejenis namun takarannya berbeda.

Itulah informasi mengenai pengertian riba dalam islam dan jenis-jenis riba yang wajib kamu ketahui, sehingga kamu tidak terlibat ke dalamnya.

Kumpulan Hadist Tentang Sedekah Yang Layak Diketahui

Kumpulan Hadist Tentang Sedekah Yang Layak Diketahui – Setiap umat muslim memang dianjurkan untuk melakukan perbuatan yang baik. Selain melakukan ibadah sholat kita juga dianjurkan untuk selalu bersedekah untuk bisa menyempurnakan amalan ibadah kita.

Sedekah merupakan salah satu amal perbuatan baik yang dianjurkan di dalam agama Islam. Bersedekah tidak hanya dengan memberikan sebagian harta, akan tetapi juga bisa dengan tersenyum kepada sesama muslim juga dianggap bersedekah. Setiap orang yang memberikan sebagian hartanya untuk disedekahkan di jalan Allah, maka ia akan mendapatkan pahala yang tidak pernah putus hingga ia meninggal dunia. Lanjutkan membaca “Kumpulan Hadist Tentang Sedekah Yang Layak Diketahui”

Apa Arti Ijarah Dan Pelaksanaannya Dalam Hukum Islam

Apa Arti Ijarah Dan Pelaksanaannya Dalam Hukum Islam – Ijarah merupakan suatu bentuk transaksi ekonomi yang sangat melekat dan berperan dalam kehidupan manusia. Ijarah termasuk ke dalam salah satu bentuk transaksi muamalah yang sering diterapkan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Arti ijarah dalam Hukum Islam adalah suatu kegiatan sewa-menyewa barang atau jasa dengan imbalan tertentu.

Hukum ijarah dalam islam diperbolehkan, hal itu dikarenakan setiap manusia tidak dapat hidup sendiri, mereka membutuhkan barang atau tenaga orang lain dalam setiap menjalani kegiatannya. Namun perlu anda ketahui, ijarah yang diperbolehkan adalah bentuk ijarah yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Islam.

arti ijarah dalam Hukum Islam dan jenisnyaMengenai rukun ijarah ada dua pendapat, yaitu menurut ulama Hanafiyah rukun ijarah hanya satu yakni ijab dan qabul. Sedangkan menurut Jumhur ulama, rukun ijarah ada empat, yaitu: sewa atau imbalan, manfaat, orang yang berakad, dan shigat (ijab dan wabul).

Dalam pelaksanaan ijarah dalam hukum Islam terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu
1. Syarat terjadinya akad
Syarat terjadinya akad atau disebut dengan al-inqad berkaitan dengan aqid, zat akad serta tempat terjadinya akad. Orang yang melakukan akad harus orang yang berakal dan berusia paling kurang 7 tahun.
2. Syarat pelaksanaan
Syarat pelaksanaan ijarah dalam hukum islam atau disebut dengan an-nafadz yaitu barangnya harus dimiliki oleh ‘aqid atau pemiliknya serta dapat juga dilakukan oleh orang yang telah diberikan kekuasaan oleh pemiliknya.
3. Syarat sah ijarah
Suatu akad ijarah dapat dikatakan sah apabila adanya orang yang berakad, akad tersebut disetujui oleh kedua belah pihak, kemudian barang yang diakadkan memiliki manfaat yang jelas, jelas pula batasan waktunya. Apabila ijarahnya atas suatu pekerjaan atau jasa, maka jenis pekerjaannya harus dijelaskan secara rinci.

Arti ijarah dalam Hukum Islam sebenarnya adalah transaksi terhadap suatu barang dan jasa yang memiliki manfaat dan disertakan dengan upah atau imbalan yang sesuai. Dilihat dari objeknya, akad ijarah ada dua macam, yaitu:
1. Ijarah yang bersifat pekerjaan
Yaitu suatu akad ijarah yang memanfaatkan jasa orang lain, seperti dengan memperkerjakan seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan dengan memberikan imbalan atau upah seperti yang telah disepakati sebelumnya. Hukum ijarah jenis ini diperbolehkan apabila jenis pekerjaannya itu jelas, seperti buruh bangunan, pembantu rumah tangga, tukang jahit, dll.
2. Ijarah yang bersifat manfaat
Yaitu suatu akad ijarah yang dapat memberikan manfaat bagi penggunanya, seperti sewa-menyewa toko, rumah, kendaraan, perhiasan, dll. Hukum ijarah jenis ini juga diperbolehkan oleh para ulama fiqh.

Itulah arti ijarah dalam Hukum Islam yang wajib kamu ketahui, yaitu suatu kegiatan transaksi suatu manfaat dan jasa dengan imbalan yang sesuai, hukum pelaksanaan ijarah dalam islam adalah diperbolehkan selama mengikuti syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan

Fiqih Lengkap Muamalah Jual Beli Dalam Islam

Fiqih Lengkap Muamalah Jual Beli Dalam Islam – Fiqih lengkap muamalah jual beli dalam Islam. Perdagangan atau jual beli menurut istilah fiqih yang disebut sebagai al-ba’I secara etimologi berarti mengganti atau menjual.

Islam sendiri mengatur berbagai aspek kehidupan umat manusia dalam hal muamalah atau jual beli sebagaimana mengaturnya dengan maksud untuk melindungi serta membuat kemaslahatan bagi manusia tersebut itu sendiri. Jual beli dalam Islam sendiri memiliki istilah yakni bermuammalah sesuai dengan anjuran hukum syariat. Lanjutkan membaca “Fiqih Lengkap Muamalah Jual Beli Dalam Islam”

Cara Mudah Belajar Bahasa Arab Bagi Pemula

Cara Mudah Belajar Bahasa Arab Bagi Pemula – Cara mudah belajar bahasa Arab untuk pemula ditujukan untuk Anda yang bukan dari kalangan pesantren, tapi ingin mengetahui, memahami dan menguasai bahasa Arab sebagai bahasa yang digunakan dalam kitab suci Al- Quran.

Namun tak ada salahnya untuk Anda yang saat ini tengah belajar intensif, baik di perguruan tinggi maupun pesantren yang mempelajari bahasa Arab. Untuk itu ada beberapa tips yang perlu dicoba untuk para pemula yang ingin mempelajari bahasa Arab, seperti di bawah ini. Lanjutkan membaca “Cara Mudah Belajar Bahasa Arab Bagi Pemula”

Pintu Meraih Surga Melalui Sedekah Yang Diatur Di Dalam Islam

Pintu Meraih Surga Melalui Sedekah Yang Diatur Di Dalam Islam – Memberikan sebagian harta kepada orang lain yang lebih membutuhkan merupakan salah satu perbuatan yang sangat dianjurkan di dalam Islam.

Tujuan bersedekah ialah untuk menghilangkan sifat buruk pada orang tersebut seperti sifat tamak, kikir, egois, sombong, cinta dunia dan dapat mencegah pelakunya untuk terhindar dari perbuatan kesyirikan. Dengan bersedekah maka akan mewujudkam sifat solidaritas keimanan karena materi atau harta yang di sedekahkan akan membantu kaum miskin, fakir, dhu’afa dan orang yang berjuang di jalan Allah. Lanjutkan membaca “Pintu Meraih Surga Melalui Sedekah Yang Diatur Di Dalam Islam”

Menu Makan Sahur dan Buka Puasa Rasullullah SAW

Menu buka puasa dan makan sahur Nabi Muhammad SAW sangat sederhana yaitu hanya berupa ruthob (kurma basah), atau tamr (kurma kering), atau air putih. Sebagaimana diterangkan dalam banyak hadits, di antaranya :

Hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

كان النبي يفطر قبل أن يصلي على رطبات فإن لم تكن رطبات فتميرات فإن لم تكن تميرات حسا حسوات من الماء

“Nabi Muhammad Shallallohu ‘Alaihi Wa sallam berbuka puasa sebelum melakukan sholat magrib dengan ruthob, jika tidak ada ruthob (kurma basah)maka beliau berbuka dengan beberapa butir tamr(kurma kering) dan jika tidak ada tamar maka beliau meminum beberapa teguk air putih”. (HR. Tirmidzi: 696, ini merupakan hadits yang shahih)

Hadits di atas menunjukan bahwa Nabi Shallallohu ‘Alaihi Wa sallam berbuka dengan ruthob, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr, dan jika tidak ada maka beliau berbuka dengan meneguk beberapa teguk air.

sunnah berbuka puasa dengan kurmaHal ini sekaligus menunjukan bahwa jika ketika seseorang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa untuk berbuka puasa maka dia berbuka dengan makanan apa saja yang halal, jika ia tidak mendapatkan apa-apa juga maka dia meniatkan saja untuk berbuka, karena siapa yang berniat buka puasa maka terhitung telah berbuka berpuasa. Lanjutkan membaca “Menu Makan Sahur dan Buka Puasa Rasullullah SAW”

Hal Dasar Yang Harus Diketahui Mengenai Fiqih Muamalah

Hal Dasar Yang Harus Diketahui Mengenai Fiqih Muamalah – Fiqih Muamalah merupakan pengetahuan tentang transaksi yang sesuai dengan hukum-hukum syariat. Fiqih ini mengatur tentang perilaku manusia di kehidupannya yang didapatkan berdasarkan dalil-dalil Islam dengan rinci.

Adapun ruang lingkup fiqih ini yaitu mencakup semua kegiatan muamalah berdasarkan hukum-hukum berbentuk peraturan-peraturan tentang larangan dan perintah, diantaranya sunnah, wajib, mubah, makruh dan haram. Selain itu, hukum fiqih sendiri terdiri atas hukum-hukum tentang urusan ibadah, dimana mencakup kaitannya terhadap hubungan vertikal yang terjadi antara manusia bersama Allah serta hubungan antara manusia bersama manusia lainnya. Lanjutkan membaca “Hal Dasar Yang Harus Diketahui Mengenai Fiqih Muamalah”