Tata Cara Shalat Wajib 5 Waktu dan Gerakannya

Tata Cara Shalat Wajib 5 Waktu dan Gerakannya – Adalah kewajiban umat Islam untuk mengikuti tuntunan shalat 5 waktu; subuh, zuhur, asar, maghrib, dan isya. Setiap waktu shalat memang mempunyai perbedaan—mulai dari niat hingga jumlah rakaat.

Tata Cara Shalat Wajib 5 Waktu dan GerakannyaKendati demikian, gerakan shalat dan sebagian besar doa atau bacaannya tidak berbeda.Hal ini semestinya bisa memudahkan kita dalam mempraktikan 5 shalat wajib yang diperintahkan Allah SWT.

Berikut ini tata cara shalat 5 waktu beserta gerakannya.
1.     Berdiri tegak untuk shalat. Dalam posisi ini, pastikan kita sudah menghadap kiblat. Bagi mereka yang sakit, shalat dapat dilakukan sambil duduk atau berbaring sesuai kondisi tubuhnya;
2.     Takbiratul ihram, Angkat kedua tangan. Setelah berniat shalat, angkat kedua tangan diikuti takbir. Laki-laki direnggangkan dari ketiak, sementara wanita disarankan untuk merapatkan ketiak.

Manfaat dari gerakan ini adalah  untuk melancarakan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung dibawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh.

Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga alirah darah yang kaya dengan oksigen menjadi lancar. Kedua tangan didekapkan ke depan perut atau dada bagian bawah betujuan untuk menghindari gandugan persendian terutama pada tubuh bagian atas.

3.     Bersedekap. Posisi tangan kanan harus berada di atas pergelangan tangan kiri. Di posisi ini, kita membaca doa iftitah, surah Al-Fatihah, dan surah-surah pendek dari Alquran.  Surah yang dibaca boleh panjang atau pendek;
4.     Melakukan rukuk. Dalam rukuk, tubuh harus berada dalam posisi membungkuk dengan kedua tangan di lutut; kepala dan punggung sejajar. Saat melakukan gerakan ini, lafalkan bacaan ruku’.   Manfaat ruku adalah untuk memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak leher dengan bahu. Aliran ini akan semakin lancar bila ruku yang kita lakukan sempurna dan benar yaitu dengan meletakkan perut dan dada lebih tinggi dari pada leher.

Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah.
Selain memperlancar aliran darah, rukuk juga memiliki manfaat bagi pernafasan yaitu mengempiskan pernafasan dan juga bisa sebagai pencegah pengapuran dan pelurusan tulang belakang.

Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.

5.     I’tidal (bangkit dari rukuk). Posisi tubuh kita ditegakkan lagi dan di sunnahkan sambil membaca takbiratul ihram kala mengangkat tangan. Selanjutnya, lafalkan doa i’tidal.

Manfaat i’tidal adalah  sistem gerakan tersetruktur setelah rukuk dan sebelum sujud yang dalam gerak berdiri bungkuk berdiri sujud adalah sebagai latihan pencernaan yang baik. Organ pencernaan di dalam perut akan mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

6.     Sujud. Gerakan ini cukup krusial dalam tuntunan shalat 5 waktu. Wajah, telapak tangan, lutut, ujung telapak kaki harus menyentuh lantai saat kita merapalkan bacaan waktu sujud. Manfaat sujud adalah sebagai aliran getah bening untuk bisa dipompa ke bagian leher dan ketiak.

Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak yang pada akhirnya aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir.

Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.  Sujud dengan cepat tidak memiliki manfaat karena ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot.

Ada sahabat Rasul yang menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud. Selain sebagai bentuk ketotalan kita dalam berpasrah diri kepada Allah, bahwa manusia adalah mahluk yang lemah. Seorang hamba yang sudah bisa menikmati sholatnya, maka jiwanya dalam titik nol, dalam kondisi yang paling pasrah dan stabil, seseorang yang dilanda stres akan terlepas segala beban di jiwa dalam posisi ini.

Selain secara fisik otot2 leher yang kaku karena stres akan diulur, sehingga seorang hamba yang beriman dan pandai memaknai sholatnya tidak akan pernah dilanda keputusasaan (Stress)

7.     Duduk di antara dua sujud. Telapak kaki kiri terbuka dan diduduki, lalu yang kanan tegak. Pada posisi ini, siku juga harus ditekuk. Kemudian, bacalah doa duduk di antara dua sujud/iftirasy;
8.     Tasyahud/tahiyat awal. Posisi ini hanya dilakukan pada shalat dengan jumlah rakaat lebih dari dua. Jadi, kita tidak melakukannya di waktu subuh. Lafalkan doa tasyahud awal;
9.     Tasyahud akhir. Sama dengan posisi sebelumnya, hanya saja telapak kaki kiri dimasukkan ke bagian bawah kaki kanan sampai panggul jatuh ke lantai. Lafalkan doa tasyahud akhir;

Manfaatnya Saat tahiyyat awal, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.

Duduk tahiyyat akhir sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostat) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar dapat mencegah impotensi.

Variasi posisi telapak kaki pada tahiyyat awal dan tahiyyat akhir menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita. Selain itu, duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran.

Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.

10.  Salam. Gerakan ini mengharuskan kita untuk menengok ke kanan, baru ke kiri. Lakukan searah dengan pundak. Dalam salat berjamaah, makmum baru boleh melakukan salam setelah imam.

Manfaatnya adalah untuk merelaksasi otot sekitar leher dan kepala sehingga menyempurnakan aliran darah di kepala dan menjaga kelenturan urat leher.
Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung, mencegah sakit kepala dan menjada kekencangan kulit wajah.

Selain manfaat-manfaat diatas, beribadah secara baik, benar khusyu dan kontinyu tidak hanya akan membuat iman kita menjadi tebal, tetapi juga bisa mempercantik dan memperindah tubuh kita luar dalam terutama bagi kaum wanita.

Sebenarnya, gerakan dalam shalat 5 waktu sangat mudah dilakukan dan dihapalkan bagi mereka yang baru belajar melaksanakan ibadah ini. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang mengabaikan ketepatan pada posisinya—entah karena kurang tahu, malas, atau terburu-buru.

Padahal tindakan tersebut memberikan dampak yang cukup besar pada nilai shalat yang kita lakukan. Sehingga, akan lebih baik apabila kita bisa mengikuti tuntunan shalat 5 waktu dengan tepat dan maksimal supaya Allah SWT senantiasa menerima ibadah kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s