Beberapa Tips Menghafal Al Qur’an Yang Efektif ( Bagian ke-2 )

Artikel ini adalah kelanjutan dari bagian pertama dari tulisan tips menghafal Al Qur’an.

Kapan waktu yang cocok untuk mendengarkan Murattal Al Qur’an?

Ketahuilah wahai saudaraku seiman, sesungguhnya setiap saat adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan Al Qur’an.  Orang beriman adalah mereka yang selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik berdiri, duduk, maupun berbaring.  Baik di saat tidur ataupun bangun darinya, di saat bekerja ataupun saat berada di jalan.  Bahkan di saat bersama teman atau keluarga.

Orang beriman adalah mereka yang selalu mengingat Allah di setiap waktu.  Demikian juga dengan mendengarkan Al Qur’an, dia tidak membutuhkan waktu khusus.  Hanya saja orang yang ingin menghafal Al Qur’an hendaknya mendengarkan murattal Al Qur’an sesuai dengan kemampuannya.

Allah SWT berfirman:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ [٣:١٩١]
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS Ali Imran, 191).
Berapa lama waktu yang saya habiskan untuk bisa hafal Al Qur’an?
Tentang berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk hafal Al Qur’an, maka saya katakan bahwa selama saya menghafal AL Qur’an, saya tidak pernah berfikir berapa lama waktu yang saya habiskan dan berapa surat yang telah saya hafal, tetapi saya hanya ingin mengharapkan ridha Allah SWT.  Saya juga sering mengatakan bahwa saya hanya menginginkan pahala yang besar dari Allah dan dekat dengan-Nya.
Saya tahu bahwa terkadang orang mukmin yang hanya hafal surat Al Ikhlas mampu mendapatkan kedudukan yang paling tinggi di sisi Allah karena keihklasan dan kejujuran dirinya terhadap Rabb nya.  Inilah yang menjadikan mukmin lebih mampu menghafal Al Qur’an, karena Allah SWT membantunya.
Mungkin kita pernah kisah sahabat yang membaca surat Al Ikhlas dalam shalatnya lalu Rasul SAW bertanya kepadanya: “Apa yang menyebabkan kamu melakukan hal itu?” Sahabat pun menjawab, “Aku meyukai surat ini karena di dalamnya ada sifat Allah SWT”.  Maka Rasul SAW pun mengabarkan kepada sahabat tersebut bahwa Allah juga mencintai orang tersebut.
Adapun orang yang menghafalkan Al Qur’an untuk berbangga-bangga atau ingin mendapatkan piagam dan ijazah agar dilihat yang membaca dan manusia, maka dia akan memperoleh pahala yang sedikit, meskipun hafal Al Qur’an.  Kita semua juga tahu bahwa orang itu adalah orang yang pertama kali akan merasakan panasnya api neraka pada hari kiamat nanti.  Dia adalah orang yang membaca dan menghafal Al Quran karena ingin disebut sebagai Qori, dia membanggakan diri di hadapan manusia, tidak mengharapkan ridha Allah SWT.  Orang seperti ini hanya akan mendapatkan penghargaan dunia, sedangkan di akhirat tidak akan mengdapatkan apa apa.
Bagaimana cara menghafal sebuah surat dalam Al Qur’an?
 Metode baru dalam menghafal Al Qur’an ini terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu:
1.  Tahap mendengarkan murattal Al Qur’an
2.  Tahap memahami, mentaddaburi dan mendalami ayat-ayat Al Qur’an yang kita dengarkan
3.  Tahap menguatkan hafalan dengan membaca langsung dari Mushaf Al Qur’an.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s